skip to Main Content
Glasnost, Kebijakan Luar Negeri Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev

Glasnost, Kebijakan Luar Negeri Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev

Uni Soviet pada masa Perang Dingin dikenal sebagai negara adidaya yang kuat yang menjadi saingan besar bagi negara-negara lain yang ada di dunia termasuk Amerika Serikat itu sendiri. Uni Soviet dari Perang Dunia hingga Perang Dingin terus mengalami perubahan pada kebijakan politiknya yang tergantung pada pemimpin negaranya. Memasuki tahun 1985 tepatnya pada saat era Perang Dingin berlangsung, Uni Soviet berganti presiden yang dimana pada masa sebelumnya presidennya bernama Konstantin Chernenkok yang kemudian berganti menjadi Mikhail Gorbachev. Mikhail Gorbachev dikenal sebagai pemimpin atau presiden Uni Soviet terakhir yang memimpin sampai Uni Soviet itu sendiri runtuh pada tahun 1991. Mikhail Gorbachev sendiri memiliki sebuah kebijakan luar negeri yang menjadi pemikiran politik utamanya yang dikenal sebagai Glasnost (Hart, 2016).

Kebijakan Glasnost merupakan kebijakan luar negeri yang ciptakan ghostwriter preise oleh Mikhail Gorbachev dimana kebijakan luar negeri ini membawa negara Uni Soviet untuk lebih mengarah pada keterbukaan khususnya dalam berbagai aspek seperti acara-acara tertentu serta menjalankan kegiatan. Glasnost sendiri dalam bahasa Rusia dapat diartikan sebagai “keterbukaan”. (D.W.J. MC, 1988). Kebijakan luar negeri yang dikemukakan oleh Mikhail Gorbachev ini memiliki dampak hausarbeit schreiben lassen tersendiri bagi Uni Soviet. Dengan adanya kebijakan ini tentu memberikan sumbangsih terhadap perkembangan masyarakat Uni Soviet itu sendiri seperti contohnya dalam bidang media yang dimana dengan adanya kebijakan ini berbagai media yang ada di Uni Soviet menjadi lebih berani untuk meliput dan memberitakan informasi dalam berbagai bidang antara lain seperti ekonomi dan politik padahal pemerintah Uni Soviet sendiri pada masa sebelumnya cukup tertutup. Kebijakan ini menjadi salah satu hal yang menyebabkan referat schreiben lassen Uni Soviet runtuh, hal ini dikarenakan munculnya sistem pemerintahan baru, yaitu sistem kapitalisme. Selain itu, kebijakan ini juga menyebabkan banyaknya nasionalisme yang muncul di Uni Soviet (Klas, 1989).

Dari segi historis dari Uni Soviet itu sendiri, kebijakan Glanost ini sebelumnya telah digunakan oleh kekaisaran Rusia. Tepatnya sekitar abad ke-18 sebelum berdirinya pemerintahan komunis yang dipimpin oleh Vladimir Lenin yang diberlakukannya melalui Revolusi Rusia seminararbeit schreiben lassen. Pada masa pemerintahan Vladimir Lenin, kebijakan Glasnost ditekankan sebagai hal penting untuk masa depan demokrasi yang akhirnya dipopulerkan oleh Mikhail Gorbachev sebagai slogan politiknya pada masa Perang Dingin (Lenin, 2016).

Kesimpulannya, Kebijakan Glasnost ini merupakan salah satu kebijakan yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Mikhail Gorbachev yang dinilai membawa adanya perubahan baru pada Uni Soviet. Perubahan yang dimaksud ialah Uni Soviet menjadi negara yang lebih terbuka dalam menyikapi berbagai masalah. Selain itu, kehadiran kebijakan ini juga menjadi salah satu penyebab runtuhnya ghostwriter hausarbeit Uni Soviet karena adanya sistem pemerintahan kapitalisme sebagai buntut dari adanya kebijakan Glasnost.

Referensi

D.W.J. MC, F. (1988). Glasnost, Democracy and Perestroika. International Social Science Review . Retrivied from : https://www.jstor.org/stable/41881835

Hart, M. H. (2016).  100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia : Edisi Revisi. PT. Penerbit Naura Books.

Klas, T. G. (1989). Gorbachev Glasnost : A Concept in Need Theory and Research. Sage Journal . Retrivied from : https://doi.org/10.1177%2F0267323189004003002

Lenin, V. (2016).  Negara dan Revolusi : Teori Marxis dan Tugas – Tugas Ploteriat Dalam Revolusi. Jakarta: PT. Penerbit Antitesis.

News, B. (2016, December 13). Mikhail Gorbachev : A man who lose empire. Retrieved from BBC News: https://www.bbc.com/news/world-europe-38289333

sumber foto: https://www.bbc.com/news/world-europe-38289333

Author: Daffa Nugroho Ananda – Mahasiswa HI 2019

Back To Top