skip to Main Content
Arti Perang Rusia-Ukraina Terhadap Dependensi Energi Negara-Negara Barat

Arti Perang Rusia-Ukraina Terhadap Dependensi Energi Negara-Negara Barat

Selain ancaman keamanan tradisional yang dihadapi oleh negara-negara barat karena hadirnya kekuatan Kremlin di negara eks Uni Soviet tersebut, ancaman nontradisional lainnya telah membuat gerah para pemangku jabatannya. Hal tersebut karena sanksi demi sanksi yang dijatuhkan oleh beberapa pihak seperti Uni Eropa; per 15 Maret, Uni Eropa telah menyanksi 877 individu dan 62 entitas yang memiliki keterkaitan dengan perang Rusia-Ukraina. Sanksi global atas embargo energi dari Rusia pun membawa inflasi harga terhadap harga bensin dan yang semisal. Analisis dari JPMorgan menyampaikan bahwa embargo minyak terhadap Rusia akan membuat situasi makin buruk, harga minyak yang sebelumnya 60 USD akan terus mengekskalasi hingga 80 USD per barel, penganalisis lainnya mengatakan bahwa harga tersebut bisa meroket hingga 200 USD, belum lagi ancaman Kremlin yang dapat membawa harga minyak per barelnya naik menjadi 300 USD.

Situasi yang tidak kondusif bahkan cenderung memburuk ini membuat negara-negara Barat menanggalkan ketergantungan sumber energi mereka terhadap Rusia. Upaya diplomasi yang mereka lakukan belakangan ini semakin memperjelas transisi kiblat sumber energi mereka, pada 16 Maret lalu Downing Street hadir di Uni Emirat Arab, Tiongkok, India, dan Negeri Dua Tanah Haram; bertemu dengan Pangeran Muhammad bin Salman guna membahas sekuritas energi.

Berangkat dari upaya-upaya yang dilakukan beberapa pemegang kuasa di negara-negara Barat, di sini penulis melihat bahwa arti peperangan Rusia-Ukraina terhadap dependensi energi mereka adalah lemahnya negara-negara Barat dalam melihat efek domino atas kebijakan-kebijakan yang mereka tetapkan. Penulis melihat bahwa negara-negara Barat serharusnya dapat belajar dari aneksasi Rusia terhadap Krimea, sanksi demi sanksi dilontarkan kepada Moskow, tetapi seakan tidak memberi efek jera bagi mereka. Sudah seyogianya mereka beranjak dari pola lama dan merancang pola baru yang lebih efektif dan efisien dalam menangani ancaman tradisional maupun nontradisional yang kelak mereka hadapi sebagaimana seseorang yang terus berjuang dalam mencapai sesuatu, jika dia sangat mengidamkan hal tersebut, dia tidak akan jatuh pada lubang yang sama atau bahkan lubang yang lebih berbahaya baginya.

Referensi

https://carnegieeurope.eu/strategiceurope/86587

https://ec.europa.eu/commission/presscorner/detail/en/IP_22_1649 https://www.statista.com/statistics/1293589/eu-sanctions-against-russia/

https://www.vox.com/platform/amp/the-goods/22949683/russia-ukraine-gas-prices-oil-inflati on-stock-market

https://www.nytimes.com/2022/03/16/world/europe/boris-johnson-saudi-arabia-ukraine.htm

(Author : Herazka Abdilla – Departemen Akademik)

Back To Top